Pertanian Tumbuh di Tengah Tambang, Perekonomian Lokal Kian Menguat

Pertanian Tumbuh di Tengah Tambang, Perekonomian Lokal Kian Menguat



Sebagai salah satu korporasi tambang di Pulau Obi, Maluku Utara, Harita Nickel berkomitmen dalam mengembangkan sektor pertanian melalui program corporate social responsibility (CSR). Melalui inisiatif Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI) yang berjalan sejak 2022, korporasi mendorong penguatan sektor pertanian secara terstruktur. Program pertanian itu juga sejalan dengan agenda pihak pemerintah dalam memperkuat kemandirian perekonomian daerah dan ketahanan pangan.

Pendampingan dilakukan kepada kelompok tani, mulai dari penyediaan alat pertanian, bibit unggul, hingga edukasi menyeluruh dari hulu ke hilir. Upaya ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis petani, tetapi juga memperkuat cara pandang mereka terhadap pertanian sebagai bisnis yang produktif dan berkelanjutan.

Hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar tambang. Pada panen raya Januari 2026, produktivitas padi di Desa Buton mencapai 8 ton per hektare, melampaui rata-rata nasional yang berada di kisaran 5 ton per hektare. Tak hanya padi, pengembangan hortikultura juga menunjukkan hasil signifikan. Produksi semangka, misalnya, mampu mencapai 25 ton pada 2024. Program CSR Harita Nickel ini menunjukkan, dengan dukungan yang tepat, sektor pertanian di wilayah kepulauan pun mampu bersaing secara produktivitas.

Cerita Darwan Aduhasan menjadi gambaran perubahan tersebut. Di tengah arus peralihan tenaga kerja ke sektor tambang, ia memilih tetap bertani. Ia tidak terpinggirkan dan justru menemukan jalan baru, seiring hadirnya dukungan dari industri yang membuka peluang bagi petani. Pertanian tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rantai pasok industri yang lebih luas. Hasil panen petani bahkan terserap untuk memenuhi kebutuhan pangan ribuan karyawan Harita Nickel. Kontan - Harita Nickel Kilas Online. © Foto oleh Harita Nickel

“Pada tahun 2022, saya mulai berkoordinasi dengan pihak Harita Nickel, antara lain dengan Bapak Eksa dan Bapak Latif. Dari hasil koordinasi tersebut, kami kemudian bertemu dengan Bapak Motar Singgar di Ternate. Selanjutnya, pada tanggal 22 Februari 2022, tim CSR Harita Nickel menurun langsung ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi program pertanian. Saat itu, Kelompok Tani Daun Hijau sudah terbentuk dan siap menjalankan program,” kata Darwan.

Dukungan badan bisnis tidak berhenti pada produksi. Harita Nickel juga mendorong pembentukan koperasi petani, lengkap dengan pendampingan administrasi dan manajerial. Dengan langkah ini, petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga pelaku bisnis yang memiliki posisi tawar dalam ekosistem perekonomian. Integrasi ini menciptakan siklus perekonomian lokal yang lebih kuat, di mana produksi, distribusi, hingga konsumsi saling terhubung.

Dampak perekonomian dari program ini semakin terasa ketika pendapatan petani meningkat. Kisah Nia, petani sayuran di sekitar wilayah tambang, menjadi salah satu contoh. Pendapatannya yang semula berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan, kini melonjak menjadi lebih dari Rp10 juta. Peningkatan ini tidak hanya memperbaiki kesejahteraan keluarga Nia, tetapi juga mendorong lahirnya bisnis baru seperti jasa kos dan binatu. Aktivitas perekonomian pun berkembang, menciptakan multiplier effect di tingkat lokal.

"Berapapun hasil produksi lahan pertanian kami, semuanya dibeli oleh korporasi (Harita Nickel)," ujar Nia.

Fenomena ini sejalan dengan pertumbuhan perekonomian Maluku Utara yang mencatatkan angka impresif. Pada 2025, pertumbuhan perekonomian provinsi ini mencapai 34,17%, tertinggi secara nasional. Industri pengolahan nikel menjadi motor utama, namun sektor lain seperti pertanian, perdagangan, dan konstruksi turut digenjot. Kontan - Harita Nickel Kilas Online. © Foto oleh Harita Nickel

Lebih jauh, program CSR Harita Nickel ini menjadi jawaban atas kekhawatiran terhadap masa depan pascatambang. Ketika cadangan mineral suatu saat menipis, sektor pertanian yang telah diperkuat sejak dini dapat menjadi penyangga perekonomian masyarakat. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya, tetapi juga pada penciptaan fondasi perekonomian yang berkelanjutan.

Di Pulau Obi, Harita Nickel membuka kisah baru bahwa sektor pertanian menjadi bagian penting dari transformasi perekonomian daerah. Kolaborasi antara industri tambang dan petani menunjukkan dua sektor yang kerap dipertentangkan justru dapat berjalan beriringan. Dari ladang-ladang yang tetap hijau di tepian tambang, Harita Nickel turut menyuburkan perekonomian lokal yang lebih mandiri, kuat, dan berkelanjutan.

 



Daftar Kabar Online!

Daftarkan Email anda untuk mendapatkan Informasi Terbaru yang mungkin akan sangat berguna bagi anda!